Kunjungan Siswa SMA 3 Sidoarjo

Enam siswa SMA 3 Sidoarjo mengunjungi Grha Wismilak, 13 September 2016. “Kami ke sini untuk mempelajari cagar budaya dengan arsitektur zaman kolonial Belanda,” demikian  Chrisan, pemimpin rombongan. Mereka berkunjung untuk tugas  matapelajaran sejarah Indonesia.sma3

Dipublikasi di Berita, Grha | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Welcome to Grha Wismilak

Welcome the participants of The third session of the Preparatory Committee of the United Nations Conference on Housing and Sustainable Urban Development (Habitat III) to Grha Wismilak.

Banner UN Habitat

Utrecht Mayor Jan van Zanen on July 27, 2016

 

Sebatian Greenen & Eline van Walsem from FSA University of Amsterdam, July 25, 2016

 

Mr. William Mudde Walaga (HUD Coordination Unit, African Union, AU STC No.8)

Group Visitors July 27,2016

20160727142545__MG_5817(1)

 

Dipublikasi di Grha | Meninggalkan komentar

Grha Wismilak Berduka. Pak Tedja Suminar Wafat.

“Pak Tedja, wafat tadi pagi.  Pukul 05.49 WIB, di RKZ Surabaya.” Berita pendek itu disampaikan Pak Henry Najoan, 24 Juni 2016. Ia. Pak Tedja Suminar wafat di usia 80 tahun.

tedja

Setelah mensketsa kehidupan perusahaan di pabrik, di kantor, dan di pinggir jalan, tahun 2011, Pak Tedja menjadi bagian dari Grha Wismilak. Beliau mampir lagi tahun 2013 bersama  para ‘Urban Sketchers’ Surabaya.  Beliau menyumbangkan satu sketsa dan diminta    memberikan nasehat kepada para sketcher.

DSCN5142Tedja Suminar di Grha Wismilak

 

Lukisannya dengan mudah dapat dilihat, dinikmati di setiap sudut. Total ada 15 lukisan yang dirampungkannya untuk Grha wismilak. Lukisan sketsa  tersebut dapat dinikmati di halaman ini. https://grhawismilak.wordpress.com/?s=tedja

 

https://grhawismilak.files.wordpress.com/2011/04/3.jpg?w=811&h=631

Bagi kami, Pak Tedja adalah sosok yang spesial. Dari beberapa kali bertemu beliau adalah sosok yang penyayang. Kepada almarhumah istri tercintanya, Bu Moentiana, kepada kedua putrinya, Bu Sawandayani dan Bu Nalini, serta cucu-cucunya.

Pak Tedja adalah seniman yang konsisten pada jalurnya. Tidak sedikitpun mundur dari cita-citanya sebagai pelukis sejak awal. Meski tidak mudah, karena tantangan demi tantangan atas pilihan jalan hidupnya, ia maju terus. Terbukti, pilihannya tepat setelah sekian tahun kemudian. “Akhirnya semua mengakui, saya berhasil,” ungkapnya suatu saat.

https://grhawismilak.files.wordpress.com/2011/04/71.jpg?w=701&h=631

“Jadi pelukis itu gak perlu aneh-aneh. Biasa saja, tidak usah koar-koar” katanya suatu saat. Dan benar. Dandanan Pak Tedja biasa saja. Kadang t-shirt, kaos oblong atau batik. Namun yang tidak bisa lepas adalah pet hitamnya. “Ini dibelikan di Prancis sama mantu. Sebelumnya hilang,” katanya terkekeh.

Selamat jalan Pak Tedja. Kami selalu mengenang Bapak….

 

Dipublikasi di Grha | Meninggalkan komentar

Dari Pameran ‘The Magical Keris’

 

 

pameran-keris06

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

The Magical Keris

Dari Pembukaan Pameran “The Magical Keris” (from Online Media)

BERITA THE MAGIC of KERIS on Internet

Sejak Zaman Majapahit, Keris Adalah Aksesoris Laki-laki

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 19 Agustus 2015 | 17:55 WIB

The Magical Keris digelar di Graha Wismilak Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

suarasurabaya.net – Dalam sejarah budaya Nusantara, keberadaan Keris dikenal sejak zaman Majapahit hingga Rabu (19/8/2015) ini. Keris oleh masyarakat dianggap punya tuah, yoni atau kasekten. Sejatinya, Keris adalah aksesoris laki-laki.

“Dan sesuai dengan falsafah hidup manusia Jawa, Keris itu bagian dari kehidupan. Keris adalah aksesoris laki-laki. Sejak zaman Majapahit keberadaannya menjadi perlambang kaum laki-laki,” terang Yohannes Somawiharja Ketua Panitia The Magical Keris.

Keris merupakan bagian dari seni tempa logam khas Indonesia penuh dengan seni keterampilan tingkat tinggi yang berkaitan dengan estetik, hiasan kinatah serta pamor dan berbagai nilai filosofis lainnya.

Sayangnya saat ini, anak-anak muda negeri ini masih memiliki persepsi bahwa Keris adalah wujud budaya masa lalu yang tidak kontekstual lagi dengan kekinian. Keris adalah bagian dari magis yang membahayakan.

“Dan pada pameran ini kami ingin menyampaikan kepada masyarakat luas, termasuk kalangan anak-anak muda bahwa Keris adalah aksesoris laki-laki dan biasanya dipadukan dengan kain Batik,” tambah Yohannes Somawiharja.

Sementara itu ditambahkan MM Hidayat ketua komunitas Keris, jika ditarik pada kajian kekinian maka keberadaan Keris sejatinya adalah bagian dari penanda perjalanan sejarah bangsa.

“Karena keberadaan Keris memang menjadi satu diantara bagian dari perjalanan sejarah kehidupan bangsa ini. Mulai dari zaman Majapahit hingga kerajaan-kerajaan lainnya selalu ditandai dengan hadirnya Keris. Oleh karena itu Keris adalah bagian dari sejarah,” tegas Hidayat pada suarasurabaya.net, Rabu (19/8/2015).

Mulai Rabu (19/8/2015) hingga Rabu (26/8/2015) mendatang bertempat di Graha Wismilak, Surabaya digelar pameran The Magical Keris. Sebuah pameran yang menampilkan berbagai bentuk dan model Keris dan Batik. Tidak hanya itu, sarasehan budaya dan bursa Keris digelar di kesempatan itu.(tok/dwi)

Editor: Dwi Yuli Handayani

(http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2015/157548-Sejak-Zaman-Majapahit,-Keris-Adalah-Aksesoris-Laki-laki)

Kamis, 20 Agustus 2015
 Metropolis

Joss! Mulai Hari ini, Ada Keajaiban Keris dan Batik di Grha Wismilak
Kredit Foto : Henry Najoan Chief Personal Wismilak Group memukul koleksi gong tua, yang menjadi koleksi penyerta dalam pameran di Grha Wismilak. Rabu, 19 Agustus 2015 | 07:30 WIB

JOSS.TODAY – Grha Wismilak makin mengukuhkan kiprah dan perannya sebagai oase seni budaya berkelas di Surabaya.

Sesudah berbagai aktifitas yang terjadwal dalam tiga tahun terakhir, Grha Wismilak kembali menggandeng berbagai komunitas, diantaranya Komunitas Batik, Komunitas Keris, serta Surabaya Heritage Society. Mulai hari ini (19/8/2015) hingga sepekan ke depan, di Grha Wismilak akan dihelat serangkaian acara budaya tentang Keris dan Batik yang terangkai menarik.

“Keris adalah seni tempa logam khas Indonesia yang sarat dengan Seni ketrampilan tingkat tinggi pada aspek-aspek estetik dhapur, pamor, hiasan kinatah. Keindahan dan makna simbolik yang dikandung menjadikan Keris sebuah karya seni adiluhung. Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia –terutama anak muda– masih  memiliki persepsi bahwa keris adalah wujud budaya ketinggalan jaman & merupakan benda magis, yg bisa membahayakan. Usaha-usaha kreatif seputar Keris masih sangat kurang, utamanya untuk di masa kini dan mampu menjawab kebutuhan jaman,” urai Henry Najoan Chief Personal Wismilak Group, dikutip joss.today hari ini.

Pameran Keris di Grha Wismilak berupaya mengangkat komunitas pengrajin Keris dari Sumenep, yang merupakan industri besar dengan lebih dari 500 pengrajin. Hasil karya para seniman & empu modern ini kwalitasnya sangat luarbiasa dengan teknologi yang tepat guna dan ekonomis.

“Pameran ini diharapkan menjadi ajang potensial untuk mem-blow up di ranah nasional bahkan internasional,” tambah Freddy H Istanto Presiden dari Surabaya Heritage Society.

Selain itu menurut Freddy, dengan adanya pameran kali ini, harapannya masyarakat bisa kembali mengapresaisi keris sebagai produk budaya adiluhung bangsa Indonesia.

“Sebagaimana batik, keris pun mempunyai makna filosofis dan estetis yang kuat. Hanya masyarakat belum tumbuh kesadarannya untuk lebih mencintai karya budaya Nusantara, khususnya Keris dan batik ini. Dengan gelaran pameran ini, harapannya makin antusias apresiasinya, sehingga bisa pula mendorong semangat kewirausahaan para pengerajin Keris dan batik di masa kini,” imbuh Freddy H Istanto yang juga dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra, Surabaya.

Memberikan ruang bagi para pelestari dan pengerajin keris untuk mengaktualisasikan diri dalam pengembangan budaya keris di tanah air.

Program pameran

Pameran Keris dan Batik di Graha Wismilak dirangkai dengan kegiatan yang padat.

Adapun untuk pameran keris, selama sepekan mulai pembukaan hari ini (19/08/2015), akan digelar keris dari berbagai tangguh, termasuk keris Kamardikan ciptaan seniman masa kini yang terseleksi dari segala penjuru Nusantara.

“Total akan ada sekitar 200 keris. Diantaranya ditampilkan pula keris Kanjeng Kyai Naga Sasra & Kanjeng Kyai Sabuk Inten Kinatah Emas era Kerajaan Mataram. Juga ada “Keris for Presiden” Ki Garudha Murti koleksi AA. Waisnawa Putra dari Penglingsir Puri Anyar Saraswati, Gianyar, Bali,” ulas Freddy H Istanto.

Dan yang tidak kalah menariknya, selama pameran berlangsung, akan ada demo pembuatan Keris dan Wrangka oleh pengrajin muda berbakat.

“Dari demo itu, ada satu keris yang diharapkan bisa diselesaiakn dari proses membabar atau menciptakan sebilah Keris di Graha Wismilak. Keris yang dimuai penempaan pertama hari ini, yaitu keris Kanjeng Kyai Curabhaya (Naditira Pradecastha i Curabhaya),” tambah Henry Najoan.

Adapun keris tersebut, diharapkan bisa dituntaskan selama lima hari proses pembuatan oleh beberapa mPu dari Paguyuban Mega Remeng Sumenep dan prosesnya bisa sekaligus disaksikan selama kegiatan pameran berlangsung. Dan hasilnya nanti akan diserahkan kepada Walikota Surabaya ketika penutupan pameran pada 26 Agustus 2015.

“Sehingga kemasan pameran pasti sangat atraktif. Bukan hanya bursa keris dan batik saja yang bisa dilihat pengunjung di Grha Wismilak, melainkan sejumlah bahasan yang serisu juga dihelat. Antara lain pada hari Sabtu (22/8/2015) siang, akan ada Peluncuran Katalog Spirit Ajisaka oleh Paguyuban Ajisaka Malang. Juga lanjut sarasehan tentang keris dan pelestarian cagar budaya Surabaya di hari Minggu (23/8/2015). Dan ingat, gelaran ini hanya sepekan sampai 26 Agustus,” imbuh Henry Najoan yang juga sekjen di Surabaya Heritage Society. (ru)

(http://joss.today/read/26044-Metropolis-Joss!_Mulai_Hari_ini__Ada_Keajaiban_Keris_dan_Batik_di_Grha_Wismilak__)

Rubrik

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Pengunjung melihat Pameran Keris ”The Magical Keris” di Grha Wismilak, Surabaya, Rabu (19/8). Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga bertujuan mengangkat perajin keris yang ada di Jawa Timur.

(http://print.kompas.com/galeri/foto/detail/2015/08/20/Pameran-Keris)

Pameran Keris

Rabu, 19 Agustus 2015 19:19 WIB

Pameran Keris Sejumlah pengunjung mengamati keris di Grha Wismilak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/8). Pameran tersebut mengangkat komunitas pengrajin Keris dari Sumenep yang merupakan industri besar dengan lebih dari 500 pengrajin sekaligus mengenalkan keris adalah aksesoris laki-laki sejak zaman Majapahit yang biasa dipadukan dengan batik. Antara Jatim/Fandhy Rizal/SHP/15

(http://www.antarajatim.com/foto/39223/pameran-keris)

Demotix.com

Our World

ASIA > Indonesia > Surabaya

Fine art exhibition titled The Magical of Keris held on Surabaya

Slideshow

19 August 2015 by Wisnu Purnomo Sidhi

23 Views Share

The Magical Keris is a tittle for an exhibition of Kris and batik, it will be held on Surabaya Indonesia from August 19th to 26th. During this event there will be some program such as seminars, fine art market and the making of fine art class Kris.

Wisnu Purnomo Sidhi

Surabaya, Indonesia, Asia

(http://www.adamleephotography.demotix.com/news/8348989/fine-art-exhibition-titled-magical-keris-held-surabaya/all-media)

Dipublikasi di Grha | Meninggalkan komentar

The Magical Keris : Pameran Keris dan Batik di Grha Wismilak, 19-26 Agustus 2015

1Banner_Berdiri

Keris Indonesia yang sarat dengan Seni ketrampilan tingkat tinggi pada aspek-aspek estetik dhapur, pamor, hiasan kinatah. Bentuk fisik Keris juga punya nama sebutan yang memaknai harapan dari pemiliknya. Keindahan dan makna simbolik yang dikandung menjadikan Keris sebuah karya seni adiluhung.

 Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia –terutama anak muda– masih  memiliki persepsi bahwa keris adalah wujud budaya ketinggalan jaman & merupakan benda magis, yg bisa membahayakan. Usaha-usaha kreatif seputar Keris masih sangat kurang, utamanya untuk dimasakinikan dan mampu menjawab kebutuhan jaman. 

Pameran Keris kali ini juga berupaya mengangkat komunitas pengrajin Keris dari Sumenep, yang merupakan industri besar dengan lebih dari 500 pengrajin. Hasil karya para seniman & empu modern ini kwalitasnya sangat luarbiasa dengan teknologi yang tepat guna dan ekonomis. Pameran ini diharapkan menjadi ajang potensial untuk mem- blow up di ranah nasional bahkan internasional.

TUJUAN

  1. Memasyarakatkan keris sebagai produk budaya adiluhung kepada masyarakat umum,

mengenalkan makna filosofis dan estetis Keris,

  1. Menumbuhkan kesadaran untuk lebih mencintai karya budaya Nusantara, khususnya keris an batik

  2. Meningkatkan semangat kewirausahaan para pengerajin Keris masa kini,

  3. Memberikan ruang bagi para pelestari dan pengerajin keris untuk mengaktualisasikan diri dalam pengembangan budaya keris di tanah air.

  4. Menyandingkan Keris dengan Karya adiluhung Batik, sebagai dua karya Budaya Bangsa Indonesia yang diakui UNESCO sebagai World Heritage.

PROGRAM

  • Pameran keris dari berbagai tangguh, termasuk keris Kamardikan ciptaan seniman masa kini yang terseleksi dari segala penjuru Nusantara (Kuota 200 keris),

  • Demo pembuatan Keris dan Wrangka oleh pengrajin muda berbakat selama kegiatan berlangsung,

  • Membabar (menciptakan) sebilah Keris sebagai Pusaka Surabaya yang bergelar Kanjeng Kyai Soerabaja. keris ini dibuat selama 5 (lima) hari oleh beberapa mPu dari Paguyuban Mega Remeng Sumenep selama kegiatan pameran berlangsung, hasilnya akan diserahkan kepada Walikota Surabaya ketika penutupan pameran,

  • Menggelar “Bursa Nasional” dengan memberikan kesempatan pengrajin yang ada di Nusantara untuk ikut berkiprah agar dapat berhubungan dengan konsumen yang lebih luas.

  • Seminar dan Workshop dengan beberapa tema :

  • Sesi 1: Keris sebagai Warisan Dunia.

Pembicara : Sukoyodipuro (PLKJ – Sby), Jimmy Ganjawulung (Kompas – Jkt),

  • Sesi 2: Seni Keris dalam Perspektif Ekonomi Kreatif.

Pembicara : Unggul Sudrajad (Kemendikbud – Jkt)

  • Sesi 3: Keris dalam Sorotan Filosofi dan Simbolisme.

Pembicara : Toni Junus (Panji Nusantara – Jkt), M. Syafi’I (DKS – Sby)

  • Pameran dan Bursa Batik premium

Contact Person

  • Yohannes Somawiharja, Ketua Panitia 081 227 897700

  • Henry Najoan, Grha Wismilak 081 650 0220

  • MM Hidayat, Kom. Keris 081 230 999 555

  • Dwita Herman, Kom.Batik 081 613 39333

  • Freddy H Istanto Public Relation 081 832 2687, Sjarikat Poesaka Soerabaia

Dipublikasi di Grha | Meninggalkan komentar

Pameran Ragam Pesona Batik, 9-15 Oktober 2014, di Grha Wismilak

DSCN0025Wismilak Peduli Budaya dan Sjarikat Poesaka Soerabaja dalam rangka memperingati hari Batik mengadakan pameran
batik dengan judul : Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Grha | Tag , , | Meninggalkan komentar